Rumah Tumbuh


 

Sebuah rumah tumbuh, seperti penghuninya. Beberapa saran teknik ramah lingkungannya bisa langsung dipraktekkan. Semisal pilah sampah-membuat kompos. Membuat rumah dengan pencahayaan alami, membuat udara mengalir lancar ke dalam rumah. Membuat resapan air atau sumur resapan. Dan berkebun!

 

Mengenal bangunan rumah, seperti mengenal tubuh. Sebab bagi saya rumah kepanjangan dari tubuh. Ini hal yang sederhana, rumah sehat, tubuh menjadi sehat. Dari makanan sehat, pikiran kita sehat. Dari bangunan lama hanya satu kamar mandi yang berhubungan dengan air di selokan. Bangunan tambahan air mesin suci pakaian, sisa cuci piring semuanya masuk sumur resapan. Jelantah dikumpulkan, disumbang untuk biodiesel Trans Pakuan lewat SD tempat anak belajar.

Creata perkumpulan yang saya ikuti mengkampanyekan Zero Waste Restaurant, dengan sumber sehat-pangan sehat, bukan porsi tapi gizi, pilah sampahmu, donasikan makananmu. Ini hal sederhana, dimulai dari mengajarkan anak menghabiskan makanannya, mengambil secukupnya, dan memasak sesuai kebutuhan. Jika datang bertandang atau mendapat undangan jangan sisakan makanan di piring, sederhana bukan, menyelesaikan masalah dari sumbernya. Diri sendiri.

Mendesain rumah atau kantor dengan mengamalkan pengetahuan tidak mahal. Masalahnya, mau atau tidak kita menganggap itu sebuah kewajiban dalam memikirkan keberlangsungan produksi dan konsumsi di rumah tangga. Mengapa produksi, sebab manusia memang memroduksi apapun, tak ada konsumsi tanpa produksi, dan proses sekresi. Seorang sufi berucap kita adalah kantong kotoran berjalan. Perbanyaklah berpuasa.

 

 

Beberapa buku bisa memberikan inspirasi dalam mengelola lingkungan binaan. Salah satunya Greenesia, dengan penulis Nirwono Yoga. Peruamhan Griya Soka Bogor Raya juga bisa membuat permukiman yang ramah lingkungan, ramah anak, dan ramah lansia. Bukankah kita juga tumbuh?

Sederhana bukan. Apa yang kita pikirkan, lakukanlah maka kau bahagia. Sebab sebuah manifes tindakan mesti dilakukan repetitif, agar pikiran berubah menjadi intuisi, buah kecerdasan yang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s