Tantangan


Fasilitas umum dan fasilitas sosial yang harus disediakan oleh pengembang wajib dituntut. Sebaiknya pengembang juga melakukan kajian atau perencanaan partisipatif, karena fasiltas tersebut dibuat setelah kawasan permukiman telah berpenghuni. Dengan penghuni yang heterogen, alangkah sulitnya jika pengembang melakukan pembangunan fasos-fasum secara sepihak, apalagi penghuni yang notabene membeli kenyamanan (amenities) diperlakukan seperti kerbau yang penurut, sedangkan janji pengembang dalam brosur masih jauh dari realisasi.
Perencanaan partisipatif akan mereduksi tegangan di antara warga, dan bukan tidak mungkin menjadi salah satu penyebab terjadinya kerekatan (soliditas warga). Selain itu perencanaan partisipatif juga dapat dijadikan alat untuk ‘mengukur’ seberapa ‘modern’ pemikiran pengembang dalam perencanaan perumahan (kawasan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s