Bangunlah di dalam angan-angan, sebuah atap di tengah hutan, Sebelum rumah kau dirikan dalam lingkungan kota. Karena sebagaimana kau mesti pulang setiap senja, demikian pula jiwa halusmu, yang mengembara sendiri senantiasa. Dia tumbuh berkembang di sinar mentari, Dia tidur di kala malam kelam dan sunyi, Dalam kelelapan yang tiada sepi dan mimpi. Tiadakah rumahmu mengenal mimpi? Dan selama bermimpi, dia tinggalkan kotamu. Melayang terbang ke gua-gua dan bukit biru.
Kahlil Gibran, Sang Nabi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s